Tips Bagi Pengguna WhatsApp Agar Terhindar Dari Resiko Penipuan dan Peretasan

- Sabtu, 7 Januari 2023 | 23:47 WIB
ilustrasi cyber crime (kejahatan siber) WhatsApp. (Pixabay.com/Mohamed Hasan/6011 images)
ilustrasi cyber crime (kejahatan siber) WhatsApp. (Pixabay.com/Mohamed Hasan/6011 images)

SultraNetwork.com-Fakta bahwa WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia, sekaligus menjadi magnet bagi segala jenis ancaman dunia maya.

Ancaman itu bisa saja terjadi, sebab kini banyak orang lebih mengandalkan teknologi untuk tetap terhubung dengan orang yang dicintai.

Baca Juga: Tentang Kokom: Kucing 'Kampung' yang Diangkat Jadi Pegawai Resmi Kementerian PUPR

Hal ini juga menjadi celah bagi penipu dan peretas untuk mengelabui pengguna WhatsApp.

Tapi ada beberapa pola reguler yang harus diperhatikan dan cara sederhana untuk menjaga diri anda tetap aman selama menggunakan aplikasi pesan sejuta umat ini.

Baca Juga: Teori Ahli Primata Tentang Keterkaitan Isyarat Orangutan dan Evolusi Bahasa Manusia

1. Jangan mengumbar informasi pribadi

Kejahatan di dunia maya lebih beresiko terjadi jika anda selalu 'menelanjangi' kehidupan anda sendiri di dunia maya.

2. Jangan menerima telepon orang yang tidak dikenali

Penjahat dunia maya gemar mempermainkan emosi untuk mendapatkan uang tunai.

Salah satu cara mereka melakukannya adalah menggunakan nomor baru secara acak dan mengklaimnya sebagai orang yang dicintai atau teman.

Baca Juga: Ilmuwan dan Ahli Genetika: Populasi Pria di Muka Bumi Bakal Punah

Mereka akan bertindak dengan urgensi dan menggunakan bahasa emosional, yang membuat anda terburu-buru mengambil keputusan.

Biasanya, mereka berpura-pura menjadi seseorang yang anda kenal. Lalu membual sedang mengalami kesulitan, dan mengklaim bahwa mereka tidak dapat menggunakan nomor telepon biasa karena suatu alasan dan sangat membutuhkan anda untuk mengirimi mereka uang.

Baca Juga: Penjelasan Ahli Mengapa Indonesia Butuh Satelit Canggih Untuk Deteksi Dini Bencana

Kejahatan seperti ini marak terjadi di belahan dunia manapun, bahkan ada yang lebih terorganisir.

Sindikat mereka bernama phising alias penipu online. Phishing berasal dari bahasa Inggris fishing yaitu memancing.

Baca Juga: Temuan Kerangka Ichthyosaurus : Mirip Lumba-lumba Tapi Disebut Naga Laut Terbesar di Dunia

Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

Menurut sebuah laporan yang dihimpun Kementerian Keuangan RI, 32 persen pencurian data selalu melibatkan kegiatan phising. Bahkan, di awal tahun 2020 saja, Anti Phishing Working Group mencatat sudah ada 165.772 website phising yang siap menjaring korban. Dan sektor finansial masih menjadi sasaran utamanya.

Baca Juga: Ilmuwan NTU Manfaatkan Sampah Plastik Untuk Bahan Bakar Hidrogen dan Listrik

2. Jangan membuka tautan acak

Jangan sembarangan membuka tautan situs web yang dikirimkan secara acak ke nomor WhatsApp anda. Tautan ini bisa saja jebakan pencurian data rahasia.

Dalam sehari, Anda bisa saja menerima serangan phising lebih dari beberapa kali. Sesering apapun, jangan sampai Anda melakukan perintah mencurigakan dari tautan web yang masuk di pesan WhatsApp anda.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Fosil Kepala Monster Laut, Ukurannya Setara Tubuh Manusia Dewasa

3. Menyimpan informasi login dengan hati-hati

Tips menghindari phising selanjutnya adalah menyimpan informasi login dengan hati-hati. Kita seringkali meninggalkan info login kita di sembarang tempat, misalnya di komputer umum atau di ponsel orang lain. Anda sebaiknya menghindari ini jika tidak ingin jadi korban phising.

Selain menyimpan info login dengan hati-hati, pastikan juga untuk selalu menggunakan kata sandi unik. Jika takut kesulitan mengingat, Anda bisa menulisnya di sebuah catatan pribadi dan tidak meninggalkannya di sembarang tempat.

Baca Juga: Apa Itu Toxic Masculinity dan Efeknya Bagi Mental Pria dan Wanita

4. Proteksi berlapis

Proteksi berlapis dapat menjamin keamanan data pribadi WhatsApp anda dari resiko peretasan.

Halaman:

Editor: Ernilam

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X