Fraksi Demokrat Nilai Subsidi Kendaraan Listrik Tidak Tepat, Manfaatnya Hanya Dirasakan Pengusaha

- Rabu, 24 Mei 2023 | 10:51 WIB
Anggota DPR RI Rizki Aulia Natakusumah menyoroti subsidi kendaraan listrik yang hanya menguntungkan pengusaha (SultraNetwork.com/dpr.go.id)
Anggota DPR RI Rizki Aulia Natakusumah menyoroti subsidi kendaraan listrik yang hanya menguntungkan pengusaha (SultraNetwork.com/dpr.go.id)


SultraNetwork.com - Anggota DPR RI Rizki Aulia Natakusumah menilai, pemberian subsidi kendaraan listrik tidak tepat. Sebab subsidi tersebut untuk kendaraan listrik pribadi, sehingga yang merasakan manfaatnya adalah pengusaha atau masyarakat yang mampu membeli kendaraan listrik.

Penilaian ini dikemukakan Rizki saat menyampaikan pandangan Fraksi Partai Demokrat atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2024 dalam Rapat Paripurna ke-24 Masa Sidang V Tahun Sidang 2022-2023.

"Pemberian subsidi untuk kendaraan listrik pribadi justru kontra produktif, karena seolah-olah subsidi diberikan kepada pengusaha, bukan kepada rakyat miskin yang membutuhkan," ujar Rizki sebagaimana dikutip dari laman dpr.go.id pada Rabu, 24 Mei 2023.

Baca Juga: Indonesia dan Polandia Jalin Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Alih-alih memberikan subsidi, Fraksi Partai Demokrat mendorong pemerintah agar dapat mengalokasikan subsidi untuk membangun infrastruktur ramah lingkungan dan mendukung transportasi massal.

"Infrastruktur dasar listrik dan transportasi massal berbasis listrik perlu dibangun oleh Pemerintah untuk mendukung pergerakan masyarakat," ujar politisi Demokrat ini.

Fraksi Partai Demokrat juga meminta kepada pemerintah dalam penyusunan APBN 2024 untuk fokus pada pencapaian target RPJMN 2020-2024 dan menjadi momentum mendukung berbagai program pemberdayaan seperti pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan stunting dan peningkatan layanan dan akses pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga: APBMI Konut dan ISAA Sultra Laporkan Bupati Konawe Utara Dugaan Maladministrasi

Ia mengatakan, APBN harus menjadi agen perubahan untuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM Manusia Indonesia melalui perbaikan akses dan layanan pendidikan serta kesehatan.

Program perlinsos dan subsidi harus lebih ditekankan agar efisien, tepat sasaran dan responsif sehingga mendukung program pengurangan kemiskinan ekstrem. Perbaikan basis data penerima merupakan pekerjaan besar yang perlu dilakukan pemerintah.

Mengingat 2024 merupakan tahun politik, FPD memastikan agar pemerintah dapat tetap fokus untuk kepentingan rakyat dan keberlanjutan skala prioritas.

Baca Juga: Dana Desa Diusul Naik Rp 5 Miliar Per Desa Tahun 2024

Menurut Rizki, pemerintah perlu melakukan penyesuaian anggaran untuk mempersiapkan pengamanan jelang pemilu 2024.

"Dalam hal ini, automatic adjustment dalam anggaran dapat dilakukan, namun jangan sampai keberlanjutan program prioritas menjadi terganggu dan tidak terarah," ungkap Rizki.

Rizki menekankan, kebijakan yang pro-growth (pro pertumbuhan), pro-poor (pro kemiskinan), pro-environment (pro-lingkungan) dan pro-job (pro penciptaan lapangan kerja) harus senantiasa menjadi rujukan dan dasar pemerintah dalam menyusun setiap program yang dilaksanakan. ***

Halaman:

Editor: Rustam Djamaluddin

Sumber: dpr.go.id

Tags

Terkini

Perempuan Dalam Demokrasi "Kualitas Vs Kuantitas"

Senin, 6 Februari 2023 | 18:04 WIB
X